Perhutani KPH Telawa dan Masyarakat Gelar Jumat Bersih untuk Rawat Aset Negara dan Cegah Kebakaran Hutan

Konservasi Tanggal: 2026-10-07T17:00:00.000Z 107 views Penulis: Rabil
Perhutani KPH Telawa dan Masyarakat Gelar Jumat Bersih untuk Rawat Aset Negara dan Cegah Kebakaran Hutan
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa menggelar kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan dan membuat ilaran kebakaran di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Ngipik Telawa pada Jumat (09/10). Kegiatan yang melibatkan karyawan Perhutani dan masyarakat sekitar ini merupakan upaya menjaga dan merawat aset negara sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman serta mencegah potensi kebakaran akibat musim kemarau berkepanjangan.

Kegiatan gotong royong yang dilaksanakan setiap hari Jumat tersebut diikuti oleh seluruh karyawan Perhutani KPH Telawa dengan dukungan masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jati Aji, Desa Cerme. Program Jumat Bersih yang dicanangkan Perhutani menyasar pembersihan halaman kantor, ruang kerja, dan lingkungan sekitar. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, rapi, dan asri, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan budaya hidup sehat.

Pada kesempatan kali ini, kegiatan Jumat Bersih dipusatkan di lingkungan TPK Ngipik yang berbatasan dengan kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Soroweyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangrayung. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga dan merawat aset negara agar tetap terpelihara dengan baik. Kegiatan tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran akibat kondisi lahan yang kering selama musim kemarau berkepanjangan.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini melibatkan karyawan Perhutani dan masyarakat Desa Cerme dalam membersihkan lingkungan sekaligus membuat ilaran sebagai sekat bakar untuk mengantisipasi potensi kebakaran. Pembersihan dilakukan di sepanjang batas kawasan hutan hingga tepi jalan yang sering dilalui masyarakat sekitar.

Administratur KPH Telawa melalui Kepala TPK Telawa, Doni, menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti merupakan wujud tanggung jawab Perhutani dalam menjaga aset perusahaan sekaligus memperkuat kebersamaan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang sehat dan mendukung pelayanan pemasaran kayu yang nyaman bagi konsumen.

“TPK merupakan aset negara yang harus dijaga dan dirawat bersama. Melalui kegiatan kerja bakti ini, kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong, baik di lingkungan internal Perhutani maupun bersama masyarakat sekitar. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan baik antara Perhutani dan warga. Lingkungan yang bersih akan mendukung kenyamanan dalam bekerja serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Doni.

Ia menambahkan bahwa pelibatan masyarakat sekitar merupakan wujud sinergi dalam mendukung keamanan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan dan pencegahan kebakaran.

Ketua LMDH Jati Aji Desa Cerme, Suyadi, yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengapresiasi ajakan Perhutani untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan Perhutani dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap kenyamanan lingkungan dan keamanan kawasan hutan.

“Kami senang dapat ikut kerja bakti bersama Perhutani. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antara warga dan petugas Perhutani. Harapannya, kegiatan Jumat Bersih yang rutin dilaksanakan Perhutani dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk membiasakan hidup bersih dan peduli terhadap kesehatan lingkungan,” ungkap Suyadi.

Melalui kegiatan kerja bakti ini, Perhutani KPH Telawa berharap kebersihan dan kerapian lingkungan TPK Ngipik tetap terjaga. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya merawat aset negara dan mencegah ancaman kebakaran selama musim kemarau, sehingga mendukung kelancaran pengelolaan hutan secara berkelanjutan.